Kisah ini
dialami oleh Ubaidullah bin Umar al-Qawaririy, seorang dari penduduk Bashrah.
Dikisahkan ia belum pernah ketinggalan shalat Isya’ secara berjamaah di masjid,
walaupun hanya sekali.
Suatu malam, ia kedatangan tamu. Karena
sibuk bercengkerama dengan tamunya itu, ia pun lalai dan ketinggalan shalat
Isya’ berjamaah di masjid. Ia kemudian mencoba mencari-cari, mungkin masih ada
jamaah shalat Isya’ di seantero masjid kota Bashrah. Namun, ia dapati semua
orang sudah selesai mengerjakannya, dan bahkan pintu masjid pun telah dikunci.
Ia pun pulang dan berkata, “Terdapat
suatu hadis yang menyebutkan bahwa shalat jamaah itu lebih utama 27 derajat
dibandingkan shalat sendirian. Maka, sebagai gantinya, aku pun akan mengerjakan
shalat Isya’ 27 kali.”